Website Paralayang Jawa Timur
Hari Pertama Kejuaran Dunia Paralayang di Batu Berjalan Baik & Tanpa Kendala

Hari Pertama Kejuaran Dunia Paralayang di Batu Berjalan Baik & Tanpa Kendala

Kejuaraan paralayang atau Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018, mulai digelar di Gunung Banyak, Kota Batu. 15 negara, termasuk Indonesia, ambil bagian.

Sebanyak 148 atlet memulai hari pertama dengan latihan resmi, baru menginjak siang hari perlombaan digelar. Selama perlombaan akan berlangsung mulai 13-15 Juli 2018. Seluruh atlet dibebaskan terbang atau free shuttle. Dua jam sebelum take off ditutup pada pukul 5 sore, para peserta sudah melewati round ketiga.

“Alhamdulillah cuaca sangat mendukung, semua peserta bisa melalui kejuaraan tanpa kendala apapun,” terang Ketua Panitia PGAWC seri 3 2018, Chairil Fajar Rofi pada wartawan di lokasi, Jumat (13/7).
“Ada putra-putri dan beregu. Dari 148 atlet, sekitar 60 atlet asal Indonesia. Mereka semua tengah mengikuti pelatnas. Separuhnya asal Kota Batu,” sebut Kabid Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Batu ini.

Dikatakan Chairil, bahwa jumlah peserta tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu, yang digelar di Turki. Saat itu jumlah negara yang ikut PGAWC 2017 ada 16.

“Last minute, disini (Kota Batu) memang banyak yang membatalkan hadir, seperti atlet dari Cina. Mereka terkendala kegiatan di negaranya, dan tidak bisa mengikuti PGAWC 2018 seri 3 ini,” katanya.

PGAWC, kata dia, lazimnya digelar selama empat kali dalam satu tahun. Namun khusus tahun ini digelar sebanyak enam kali. Selain, Nepal, Indonesia juga ditunjuk sebagai tuan rumah dan memilih Kota Batu sebagai lokasi kejuaraan.

“Tahun ini enam kali, biasanya empat kali saja. Indonesia memilih Kota Batu sebagai lokasi kejuaraan,” tandasnya.

Akurasi pendaratan menjadi penilaian panitia kejuaraan di hari pertama. Semua peserta mengikuti kategori ini dan mengharapkan untuk mendapatkan nilai terbaik.

Sumber: sport.detik.com

Leave a Reply

Close Menu